Konsep Dasar Estimasi State
Dalam robotika, state adalah kumpulan variabel yang cukup untuk mendeskripsikan kondisi sistem pada suatu waktu. Posisi robot (x, y, θ), kecepatan, orientasi, atau posisi sendi adalah contoh state.
Estimasi state adalah proses menentukan nilai state sistem yang tidak dapat diukur secara langsung, menggunakan pengukuran sensor yang mengandung noise dan model dinamika sistem.
1.1 Masalah Fundamental
Dua sumber ketidakpastian utama:
- Process noise (noise proses): ketidakpastian pada model dinamika, gangguan eksternal, dan error aktuator.
- Measurement noise (noise pengukuran): ketidakpastian pada sensor, kalibrasi, dan lingkungan.
1.2 Kriteria Estimator yang Baik
| Kriteria | Definisi Matematis | Arti Praktis |
|---|---|---|
| Unbiased | E[x̂] = x | Rata-rata estimasi sama dengan nilai sesungguhnya |
| Consistent | lim P(|x̂−x|>ε) = 0 | Error mengecil seiring bertambahnya data |
| Efficient (MMSE) | min E[||x̂−x||²] | Meminimalkan mean-squared error |
| MAP | argmax p(x|z) | Memaksimalkan posterior probability |
1.3 Distribusi Gaussian (Normal)
Filter Kalman dan banyak estimator bergantung pada asumsi distribusi Gaussian karena sifatnya yang tertutup terhadap operasi linier.
Transformasi linier dari Gaussian menghasilkan Gaussian. Jika x ~ N(μ, Σ) dan y = Ax + b, maka y ~ N(Aμ + b, AΣAᵀ). Inilah mengapa Kalman Filter bekerja secara optimal untuk sistem linier-Gaussian.
Bayesian Estimation
Framework Bayesian adalah fondasi matematis untuk semua estimasi probabilistik. Seluruh filter (Kalman, Particle) adalah implementasi khusus dari Bayes filter.
2.1 Teorema Bayes
2.2 Bayes Filter (Recursive)
Bayes Filter memperbarui belief (distribusi probabilitas state) secara rekursif dalam dua langkah.
2.3 MAP vs MMSE
| Estimator | Formula | Keterangan |
|---|---|---|
| MAP (Maximum A Posteriori) | x̂_MAP = argmax p(x|z) | Mode dari distribusi posterior. Robust terhadap outlier |
| MMSE (Min Mean Sq Error) | x̂_MMSE = E[x|z] = ∫ x p(x|z) dx | Mean dari posterior. Optimal untuk Gaussian |
| ML (Maximum Likelihood) | x̂_ML = argmax p(z|x) | Tidak menggunakan prior. Tidak cocok jika prior informative |
Untuk distribusi Gaussian, MAP = MMSE = Mean posterior. Ini adalah alasan kuat mengapa Kalman Filter yang mengasumsikan Gaussian adalah estimator optimal (MMSE) untuk sistem linier.
Representasi State Space
State space representation adalah cara matematis untuk mendeskripsikan sistem dinamis menggunakan variabel state internal.
3.1 Model Diskrit-Waktu Linier
3.2 Contoh: Model Gerak Robot 2D
Robot bergerak pada bidang datar. State: posisi dan kecepatan pada sumbu x dan y.
3.3 Model Non-Linier Umum
Kebanyakan robot menggunakan model non-linier karena kinematika dan sensor yang melibatkan fungsi trigonometri.
Kalman Filter (KF)
Kalman Filter (1960) adalah estimator optimal rekursif untuk sistem linier dengan noise Gaussian. Memberikan estimasi minimum variance unbiased (MVUE).
1. Model sistem linier: xk = Fxk−1 + Buk + wk
2. Noise Gaussian putih: wk ~ N(0,Q), vk ~ N(0,R)
3. Noise proses dan pengukuran tidak berkorelasi: E[wkvjᵀ] = 0
4. Prior Gaussian: x0 ~ N(μ0, P0)
4.1 Model Sistem Kalman Filter
4.2 Algoritma: Predict & Update
4.3 Interpretasi Kalman Gain
Kalman Gain adalah bobot yang menyeimbangkan kepercayaan antara prediksi model dan pengukuran sensor. Semakin besar P (ketidakpastian prediksi) relatif terhadap R (ketidakpastian sensor), semakin besar bobot diberikan ke sensor.
4.4 Contoh Numerik: 1D Position Tracking
Extended Kalman Filter (EKF)
EKF adalah ekstensi Kalman Filter untuk sistem non-linier dengan melakukan linearisasi orde pertama menggunakan Jacobian.
Robot nyata menggunakan model kinematika non-linier (unicycle, differential drive, arm robot). Sensor seperti LIDAR dan kamera menghasilkan data yang hubungannya non-linier dengan state. KF standar tidak bisa menangani ini.
5.1 Linearisasi dengan Jacobian
5.2 Algoritma EKF
5.3 Contoh: Jacobian Unicycle Model
EKF menggunakan linearisasi orde pertama yang bisa mengakumulasi error saat non-linearitas kuat. Divergensi filter dapat terjadi jika inisialisasi buruk atau kovarians tidak akurat. Untuk non-linearitas tinggi, gunakan UKF atau Particle Filter.
Unscented Kalman Filter (UKF)
UKF menggunakan Unscented Transform (UT) untuk mempropagasi distribusi melalui fungsi non-linier menggunakan kumpulan titik deterministik (sigma points) tanpa menghitung Jacobian.
6.1 Unscented Transform
6.2 Algoritma UKF Lengkap
6.3 Perbandingan KF vs EKF vs UKF
| Aspek | KF | EKF | UKF |
|---|---|---|---|
| Model Sistem | Linier | Non-linier | Non-linier |
| Pendekatan | Eksak | Linearisasi Jacobian | Sigma Points (UT) |
| Butuh Jacobian | Tidak | Ya | Tidak |
| Akurasi | Optimal (linier) | Orde 1 | Orde 3 (lebih baik) |
| Komputasi | O(n²) | O(n²) + Jacobian | O(n²) sigma points |
| Mudah Implementasi | Tinggi | Sedang (perlu derivatif) | Tinggi (no derivatif) |
Particle Filter (Sequential Monte Carlo)
Particle Filter merepresentasikan distribusi posterior sebagai kumpulan sampel berbobot (partikel). Dapat menangani distribusi multi-modal dan model non-Gaussian secara penuh.
7.1 Konsep Dasar
7.2 Sequential Importance Sampling (SIS)
7.3 Algoritma SIR Particle Filter
7.4 Systematic Resampling
Makin banyak partikel → akurasi lebih tinggi → komputasi lebih berat. Untuk robot 2D (x,y,θ): N=500–2000 cukup. Untuk high-dimensional state atau multi-modal, N bisa mencapai 10.000+. Adaptive particle filter dapat menyesuaikan N secara dinamis.
Sensor Fusion
Sensor Fusion menggabungkan data dari beberapa sensor untuk menghasilkan estimasi state yang lebih akurat daripada menggunakan satu sensor saja.
8.1 Prinsip Dasar
8.2 Fusi IMU + GPS menggunakan EKF
8.3 Complementary Filter (IMU + Magnetometer)
8.4 Diagram Arsitektur Sensor Fusion
Odometri & Pengantar SLAM
9.1 Odometri Differential Drive
Odometri mengintegrasi data encoder roda untuk mengestimasi pose robot. Akumulasi error tanpa koreksi eksternal — ini masalah utama yang diselesaikan SLAM.
9.2 Error Odometri dan Akumulasi
| Sumber Error | Model Matematis | Efek |
|---|---|---|
| Slip roda | σ²_slip ∝ |Δs| | Error posisi terakumulasi √t |
| Ketidakseimbangan diameter roda | δr = r_R − r_L ≠ 0 | Robot tidak jalan lurus, heading drift linier |
| Resolusi encoder | σ_enc = 2πr/(2N) | Kuantisasi error per step |
| Error heading | σ²_xy ≈ (d·σ_θ)² | Tumbuh kuadratik terhadap jarak d |
9.3 EKF-SLAM: Konsep Matematika
9.4 Perbandingan Algoritma SLAM
| Algoritma | Representasi | Kompleksitas | Keunggulan |
|---|---|---|---|
| EKF-SLAM | Gaussian | O(N²) per step | Optimal untuk linearisasi, kovarians penuh |
| FastSLAM | Partikel + EKF per-landmark | O(N log M) | Skalabel, multi-hypothesis |
| Graph-SLAM / iSAM | Factor graph | O(N log N) | Loop closure yang kuat, batch optimization |
| ORB-SLAM3 | Feature-based visual | Bergantung fitur | Real-time, stereo+IMU, multi-session |
Notasi dan Simbol Referensi
| Simbol | Nama | Dimensi | Keterangan |
|---|---|---|---|
| xk | State vector | n×1 | State sistem pada waktu k |
| uk | Control input | m×1 | Sinyal kontrol atau aktuasi |
| zk | Measurement vector | p×1 | Keluaran sensor pada waktu k |
| F | State transition matrix | n×n | Linearisasi fungsi f |
| H | Observation matrix | p×n | Linearisasi fungsi h |
| Q | Process noise cov. | n×n | Simetrik PSD |
| R | Measurement noise cov. | p×p | Simetrik PD |
| P | Error covariance | n×n | Ketidakpastian estimasi |
| K | Kalman Gain | n×p | Bobot optimal antara prediksi dan sensor |
| S | Innovation covariance | p×p | S = HPHᵀ + R |
| ỹ | Innovation / residual | p×1 | Perbedaan pengukuran dengan prediksi |
| x̂k|k | Posterior estimate | n×1 | Setelah update pengukuran k |
| x̂k|k−1 | Prior estimate | n×1 | Setelah predict, sebelum update |
| χ | Sigma points (UKF) | n×(2n+1) | Titik deterministik UT |
| Wm, Wc | UT weights | 2n+1 | Bobot mean dan kovarians |
| {xⁱ, wⁱ} | Particle set | N sampel | Partikel dan bobotnya (PF) |
| Neff | Effective sample size | skalar | 1/Σ(wⁱ)², trigger resample |
Referensi Utama
- Thrun, Burgard, Fox — Probabilistic Robotics (2005, MIT Press) — Referensi utama SLAM dan Bayes filter
- Kalman, R.E. — A New Approach to Linear Filtering and Prediction Problems (1960, ASME Trans.)
- Wan & van der Merwe — The Unscented Kalman Filter, Kalman Filtering and Neural Networks (2001)
- Doucet, de Freitas, Gordon — Sequential Monte Carlo Methods in Practice (2001, Springer)
- Bar-Shalom, Li, Kirubarajan — Estimation with Applications to Tracking and Navigation (2001, Wiley)
- Barfoot — State Estimation for Robotics (2017, Cambridge University Press)